Desember 7, 2022

Radio Informasi dan Hiburan

Angka Stunting HSS Masih 29%, Bupati Harap Bisa Sadarkan Warga Pentingnya Proses Mengandung dan Setelah Melahirkan

AmanditNews, Kandangan – Indonesia saat ini masih dihadapkan dengan beragam permasalahan gizi. Terutama kekurangan gizi (stunting).

Di Hulu Sungai Sendiri (HSS) dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Siti Zainab angka stunting masih tinggi yakni 29% menurut Survey Status Gizi Indonesia (SSGI). Jum’at, (15/7/22).

Oleh karenanya Dinkes HSS terus melaksanakan pembinaan Konvergensi Pencegahan Stunting (KP2S) di setap kecamatan yang ada kepada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kecamatan hingga desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM).

“Kita berharap dengan komitmen nasional turun jadi 14%,” ucap Kadinkes saat pembinaan KP2S di Kecamatan Simpur.

Selain itu, menurut dr.Siti Zainab langkah konkrit untuk mengatasi stunting ini yakni dengan mengintervensi 20 indikator.

“By name by address ya. Dari sana kita lihat apa sih yang kurang, mungkin suatu desa diintervensi dari sanitasinya, dari air minumnya, tapi mungkin desa lainnya, dari gizinya. Jadi tiap orang mungkin berbeda-beda,” paparnya.

Sementara itu Bupati H. Achmad Fikry mengungkapkan akan terus mengawal program percepatan penurunan stunting di HSS.

Dirinya berharap dengan kegiatan seperti ini dapat menyadarkan warga pentingnya proses mengandung dan setelah melahirkan.

“Sering saya katakan perilaku sebenarnya, perilaku hidup sehat,” ucap Bupati.
 
Bupati juga berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah kongkrit untuk menekan pertumbuhan stunting. Karena menurutnya sebenarnya pengawalan itu sejak calon pengantin. Makanya ini perlu pendekatan TP. PKK, Kader-kader kita.
 
“Butuh waktu memang untuk menyadarkan, tapi ini harus dimulai dari sekarang. Mudah-mudahan tersadar dan anak anak kita jadi generasi emas dan baik,” harap Bupati.
 
Sumber: Kominfo Hss
WhatsApp chat